Simpul Terujung
0 Colour Pages & 228 B/W Pages
Kategori: Novel
Harga: Rp 42000

Simpul Terujung

 

By Citra Pandiangan

 

Hidup Ellen cukup lumayan, dia memiliki pekerjaan sebagai Public Relation, punya teman yang perhatian dan kekasih yang tampan, Jack. Bahkan seminggu lagi dia akan menikah dengan pujaan hatinya.

 

Namun rencana pernikahannya berantakan. Setelah Audrey, adiknya menyatakan dirinya hamil dengan Jack. Hidupnya jadi tak menentu.


Dia membenci adiknya yang sejak kecil selalu menyusahkan hidupnya, dia membenci Jack, karena mengkhianatinya. Padahal hubungan mereka telah terjalin empat tahun, bukan waktu yang sebentar tuk mengenal karakter pasangan.

 

Rasa malu terhadap rekan kerja dan juga koleganya membuatnya keluar dari pekerjaan. Walaupun bosnya, Raymond melarangnya untuk keluar dari perusahaan.


Dia lebih menyukai kesendiriannya. Selama tiga bulan, dia menyendiri, menutup diri dari luar. Namun, dia bangkit dari keterpurukannya. Mencoba memulai hidup baru. Setelah dia memutuskan hubungan sepihak dengan adiknya, begitu pernikahan berlangsung.

 

Mencoba kembali menata hidup, Ellen pindah dari Jakarta ke Batam. Dia memperoleh pekerjaan di salah satu hotel berbintang di sana. Di Batam, tak seorang pun yang mengenal dan mengetahui masa lalunya.

 

Disaat  dia mulai kembali menata hidupnya dan merasa nyaman di Batam, dia mendapat kabar buruk. Audrey, adiknya, terkena virus AIDS dan kanker. Antara rasa tak percaya dan bingung. Berbagai  perasaan berkecambuk, apakah dia harus melihat kondisi adiknya dan memaafkannya?

 

 

My Friend’s Comments

 

Aku suka novel ini, karena lincah, perpindahan cerita cepat dan kaya warna pikiran dengan gaya bercerita anak muda dan moderen.

 

Rida K Liamsi - Penulis Bulang Cahaya dan CEO Riau Pos Grup

 

Cerita yang sangat menyentuh dan dapat dijadikan pelajaran bagi orangtua agar tidak pilih kasih pada anak. Cerita dari awal hingga akhir yang mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Mengenai pergaulan bebas yang memang tidak baik, karena digambarkan dengan jelas akibat dari pergaulan bebas dan mengkonsumsi narkoba. Layak untuk dibaca kalangan remaja hingga dewasa. Untuk menambah pengetahuan mengenai HIV dan AIDS. Karena penulisannya sangat lincah dan mungkin bagus kali ya kalau dis filmkan.

 

Syaniar Usman -Aktifis Wanita dan Politikus Golkar

 

Novel ini bukan novel biasa. Karena novel ini bukan saja menghibur, tetapi juga mendidik. Tidak hanya kisah cinta yang manis, sekaligus menyakitkan, dan juga persahabatan dan keluarga yang ada di dalamnya, tetapi juga memberikan pencerahan kepada pembacanya tentang apa itu HIV, apa itu ODHA. Sebuah rangkaian cerita yang bagus . Penuturannya dramatis dan mampu membawa perasaan pembacanya sehingga seolah-olah pembaca masuk ke dalam alur cerita. Sebagai penulis baru, Citra patut diacungi jempol.

 

Ani - karyawan -Bunda Blog Batam -www.ani.tehobenk.com-

 

Rasa benci  seorang kakak terhadap adiknya, dan sang adik yang selalu berusaha mandiri tanpa membebankan sang kakak malah menjadi korban pria mempunyai kelainan sex. Bahkan, risiko apapun yang kemudian muncul, bisa jadi tak dilihat sebagai penghalang melainkan menjadi tantangan yang harus dihadapi.

 

Itu pula yang dikisahkan dalam novel Simpul Terujung ini. Kisah seorang kakak dengan keterbatasannya tidak bias memperhatikan sang adik yang selalu meminta perhatian kakak sebagai sosok seorang ibu. Kisah Kakak beradik ini  memang berliku dan penuh pengorbanan.

 

Tidak hanya kisah cinta yang bisa diambil hikmahnya dari novel ini. Lebih dari itu adalah perjuangan seorang kakak dengan segala upaya untuk membatu orang lain sehingga tidak menjadi koraban yang  di alami adiknya. Dan pederitaan yang di alami sang adiklah yang menjadi tema hangat dalam Novel Simpul Terujung ini. Novel ini membawa kita peduli terhadap lingkungan sekitar kita. Bagus Banget!

 

Ridwan Rambe - Kabag Layout dan blogger

 

Sketsa kehidupan masa kini, bukan sekadar membahas tentang cinta, pengkhianatan dan perselingkuhan. Akan tetapi lebih mendalam karena penulis bukan hanya menulis sebuah cerita tapi membebaskan diri dari belenggu karya tulis yang kaku dan arogan.

 

Cerita yang tidak bias dari awal sampai akhir mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Penyakit Aids yang cukup melekat kuat dalam cerita memberikan pemahaman pada kita bahwa sastra bukan sekadar untaian kata, disana ada pikiran, imajinasi, khayalan, juga barangkali ada provokasi dan kesakitan.

 

Bisa jadi di akhir cerita anda menemukan kearifan bagaimana sulitnya menghilangkan kesakitan akibat pengkhianatan serta memaafkan yang merupakan nilai-nilai kemanusiaan yang saat ini sulit untuk didapatkan.

 

Yoga Regawa Indra a.k.a Kopitozie  -blogger-

 

 

 



You May Also Like
 

Review
 
No review yet. Be the first to review this book!

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha