Prosa Aku
0 Colour Pages & 184 B/W Pages
Kategori: Novel
Harga: Rp 42000

Hidup seorang Gibran sasongko yang menjelajahi belukar kehidupan dengan berlalunya waktu hanya boleh dituntun oleh nalar cerdasnya sendiri. Bertarung melawan deraan aral dengan prinsip yang terkadang “egois’. Semuanya tetap berjalan apa adanya, dengan konsekuensi yang harus diterima “tersisih dari keramaian”. Sampai pada suatu Gibran dia menemukan Dia. ”Bidadari pujaan hati”. Namun itupun belum sempat menjadi pasti setelah akhirnya dia tahu gadis itu buta. Dia ahirnya bimbang dengan perasaannya, adakah cintanya ini tidak mengagungkan kiasan klise, mau menerima segala kekurangan yang ada. Perasaanya itu memang tidak bisa dipungkiri tapi dia juga tak sanggup melawan rasionalistas dan logika, hingga jawaban rasa yang paling tepat untuknya adalah keihklasan, berkorban demi cinta meski tanpa harus memiliki. Gibran selama hidup tidak pernah tahu arti cinta, tapi justru di penghujung nafasnya dia dapat membuktikan itu melebihi pengertian cinta yang selama ini diyakini banyak orang. Itu karena persembahan terakhir yang dia berikan. Kematian adalah batas pengorbanan tertinggi yang diberikan manusia selama hidup. Dan disaat ajalnya itu, dia tetap mengingat gadis yang selalu ada di hatinya, merelakan jasadnya bersemayam tanpa raga yang lengkap, memberikan kedua matanya untuk Nia, menyiratkan cintanya yang tak lekang oleh waktu. Meski rasa sejati itu didapatkan setelah dia pergi, dan dia tak dapat mengecapnya secara nyata, namun karena itulah cintanya dikatakan abadi. Gibran tetap diingat dan didoakan oleh orang yang mencintainya, kisahnya menjadi sejarah tentang cinta sejati yang pernah terjadi.



You May Also Like
 

Review
 
No review yet. Be the first to review this book!

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha