BUMI TERCIPTA SEBELUM LANGIT - SEBUAH PERNYATAAN AL-QUR’AN
by NIRP
0 Colour Pages & 126 B/W Pages
Kategori: Agama
Harga: Rp 35000

Pernahkah kita berfikir bahwa bumi itu datar? Atau matahari mengelili bumi? Mungkinkah bumi diciptakan Allah sebelum Dia menciptakan langit? Bagaimana jika justru Al-Qur'an menyatakan demikian? Sementara kita sedari kecil diajarkan bahwa bumi itu bulat, bumi mengelilingi matahari, dan tentu saja umur matahari dan benda-benda langit lainnya banyak yang lebih tua dari pada bumi. Sebagai contoh adalah ketika seseorang membaca Surah Fushshilat ayat 9-12, yang menyatakan bumi tercipta sebelum langit.

Disaat pernyataan Al-Qur'an dirasa bertentangan dengan ilmu pengetahuan, kita dihadapkan antara dua pilihan, wahyu ataukah akal? Pilihan mana yang akan kita ambil?

Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. (Q.S 29:43)

 



You May Also Like
 

Review
 
Fushshilat ayat 9-12 menginformasikan ada planet pecah akibat pemberasan radiasi matahari. Dg demikian Al Quran telah menginformasikan pd Fushshilat ayat 9-12 bumi, planet2 dan matahari saat penciptaan alam semesta sudah ada. Dalam jangka waktu 2000 th planet2 termasuk Bumi belum membeku seperti sekarang. Pada waktu tatasurya yang berputar pada sumbunya selama 1000 th baru dua kali berputar 360° dg kata lain baru dua kali planet terpinggir mengitari matahri. Hal yang sama berlaku disemua tatasurya (41/12) Jika planet terpinggir itu atau planet lain berada di bawah orbitnya sejajar dg Bumi menjurus pada Matahari maka pada waktu itu berlaku kelebihan tenaga matahari yang menimpa Bumi, hal ini dinamakan transit of planet (Jaumuz Zullah, QS 25/45) yang berbahaya bagi Bumi (26/189) waktu itu berlaku pembesaran radiasi matahari yang menimbulkan akibat gawat sehingga berakiabat merusak dan memecah palnet-planet yang masih empuk dan beredar dibawah garis orbit planet terpinggir (muntaha) Ada lima planet yang pernah pecah sewaktu awal penciptaan semesta raya ini, yakni ialah Mars, Saturnus, Uranus, Neptune dan Pluto. Keadaan ini menjadi bukti maksud ayat 33/72 dan 41/10 bahwa dua planet yang seharusnya lebih besar dari Bumi ternyata lebih kecil atau hancur menjadi planetoids. Ayat 12/4 menjelaskan bahwa Nabi Yusuf bermimpi melihat 11 planet serta matahari dan bulan. Ini adalah informasi bahwa memang pada awalnya ada 11 planet tetapi kemudian satu pecah hancur menjadi planetoids antara mars dg Jupiter. Kini tinggalah 10 planet yang permanen. Mereka saling berbisik sesama mereka bahwa: Kamu tinggal hanyalah pada (planet) yang sepuluh. Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan itu, ketika berkata orang yang seumpama mereka bahwa: Kamu hanyalah tinggal dalam satu tatasurya. (QS 20/103-104) Besar Muntaha 415x besar bumi (QS81/23) dalam arti nyata paling besar. Dan planet yang semakin jauh dari matahari mempunyai massa lebih besar. Ayat 97/3 menjelaskan bahwa waktu sejajarnya Muntaha, Bumi dan Muntaha adalah hari berlakunya Transit Muntaha di atas orbit Bumi, lebih baik daripada 1000 bulan, maksudnya adalah waktu berlakunya double transit Jupiter dan Saturnus di atas orbit Bumi. Kesimpulannya ialah bahwa Muntaha lebih besar dari Jupiter tambah Saturnus. Muntaha lebih besar 318x dan 95x bumi atau Muntaha lebih besar 415x bumi. Dengan maksud lain dapat disimpulkan bahwa malam Qadar (QS97/1) adalah malam berlakunya Transit Muntaha di atas orbit Bumi. Transit Muntaha di atas orbit bumi, lebih baik daripada 1000 bulan, dengan maksud 1000 bulan waktu berlakunya double transit Jupiter dan Saturnus di atas orbit bumi.

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha