Catatan piti-piti
0 Colour Pages & 169 B/W Pages
Kategori: Humor
Harga: Rp 77777

Catatan piti-piti ini menceritakan tentang kisah sehari-harinya seorang yang bernama Agil soetyawan kamal yang lahir pada tanggal 23 juni 1990 di dunia, buku ini dimulai karena Agil sedang mengalami masa-masa sulit. Ketika semua masalah berbarengan datang menghampirinya, seolah-olah semua kesalahan yang terjadi di galaksi ini adalah kesalahannya. Dia menjadi anti social, merasa tertekan, lebih suka sendiri, dan ketenangan. Dari sini dia mencoba menulis apa yang di rasakan, dan dipikirkannya. Itu membuat dirinya menjadi sedikit lebih baik. Selama ini dia mencoba berjuang sendiri, karena dia sulit berhubungan dengan orang lain karena mungkin soal kepercayaan dia kepada orang lain. Dan akhirnya kesendiriannya menjadi hal biasa baginya.     Dengan sok tahu dia mulai menulis. Menulis sesuai apa yang di ingatnya saja. Alhasil menjadikan buku ini seperti kumpulan catatan yang di balut dengan rasa humor, yang dimiliki oleh si penulis, jadi terdengar sedikit ngasal atau sembarangan.     Aku tiba-tiba ingat, bahwa aku sedang tidak mengingat apa-apa. Itu di sana sedang menjelek-jelekkan satu sama lain, padahal dilihat dari kejahuan mereka sama-sama jelek. Itu disana saling hina menghina, padahal dari kejahuan mereka sama-sama hina. Itu disana saling berebut kursi, padahal kulihat dari kejahuan kursinya ada bersamaku. Sekarang sudah pukul 06:47 pagi. Aku belum juga bisa tertidur dari sejak tadi malam, padahal aku ingin berangkat kerja jam 08:00. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang mampu memaafkan, berguna, bermanfaat, dan memberi sedekah kepada orang lain, di tambah nasi pakai ayam lalapan, dan es teh.             Tulisan di atas hanya salah satu dari beberapa tulisan-tulisan dalam buku "catatan piti-piti". Catatan Harian anak lelaki biasa, Agil soetyawan kamal bercerita tentang pengalaman hidupnya dari kisah semasa SMA hingga saat ini. Saat dia sedang melakukan sikap lilin atau saat dia berkunjung di rumah temannya, dan melihat bapak temannya sedang menggaruk-garuk pantat. Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama, buku ini menjadi menarik karena dibumbui dengan pikiran-pikiran konyol agil soetyawan. Sifatnya yang humoris dan keahliannya mengolah kata membuat Agil mampu mengemas cerita yang sebenarnya tragis menjadi kocak. Jika kebanyakan orang berusaha untuk tetap normal, Agil malah sebaliknya. Agil malah dengan blak-blakan menceritakannya, mulai dari mencoba untuk melengket di dinding seperti layaknya cicak, membahas tentang e’e, hingga berjalan menggunakan pantat agar dia sejenak melakukan hal-hal tidak umum yang di lakukan oleh orang-orang normal, itu sekedar menghilangkan rasa bosannya. Tak hanya itu, Agil juga menceritakan semua apa yang dialaminya sampai kenapa dia lebih senang di kamar.



You May Also Like
 

Review
 
No review yet. Be the first to review this book!

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha