HASANUDDIN ZULKIPLI DERITA DAN AIR MATA MEMBAWA BERKAH
8 Colour Pages & 101 B/W Pages
Kategori: Biography
Harga: Rp 46000

Bapak H. Hasanuddin Zulkipli, S.Sos., M.H., adalah anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Abdul Muis bin H. Syamsuddin (Alm) dan Hj. Hasinah binti Hasan. Ia lahir pada tanggal 02 Juli 1965 di Kota Palembang yang terkenal dengan makanan empek-empek dan Jembatan Amperanya. Bapak Hasanuddin terlahir sebagai anak laki-laki pertama dari seorang toke (orang kaya) di Palembang. Karena itu dia diharapkan setelah besar nanti dapat meneruskan usaha milik ayahnya. Tetapi takdir berkata lain, saat usianya baru menginjak 11 tahun ayahnya meninggal dan semua usaha milik ayahnya harus gulung tikar. Untuk tetap dapat menghidupi Bapak Hasanuddin dan saudara-saudaranya, mama Hj. Hasinah membuat rumah kost dan kontrakan dengan uang peninggalan suaminya. Bapak Hasanuddin menyukai olahraga voli hingga akhirnya menjadi atlet. Karirnya di dunia atlet begitu menjanjikan tetapi beliau harus mengubur dalam-dalam mimpinya dikarenakan kecelakaan motor yang mencederainya. Setelah berhasil menamatkan pendidikan di APDN (Akademi Pemerintahan Dalam Negeri), beliau mempunyai karir yang menakjubkan. Karir beliau antara lain sebagai Sekretaris Korpri Diklat Sumsel, Camat Air Gegas, Camat Merawang, Camat Sungailiat, Kabag. Penanaman Modal Setwilda Bangka, Kabid Bina Usaha Dinas Pertambangan, Plt. Kadin Pertambangan dan Energi Kab. Bangka, Ka. Dinas Sosial Kab. Bangka, Ka. Badan PM Kessos Kab. Bangka dan yang terakhir Ka. Inspektorat Kab. Bangka. Tapi semua kesuksesan beliau harus berakhir, dimulai pada tanggal 03 Januari 2013 beliau diberi cobaan berupa sakit yang hampir merenggut nyawanya. Cobaannya tak berhenti disitu sebab di tahun yang sama istrinya meminta cerai. Cobaan demi cobaan datang menerpanya hingga mengubah kehidupan dari sosok seorang Bapak Hasanuddin.



You May Also Like
 

Review
 
No review yet. Be the first to review this book!

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha