Dzikir dan Mental Positif
0 Colour Pages & 154 B/W Pages
Kategori: Agama
Harga: Rp 33500
Dzikir dewasa ini hanya dipraktekkan sebagai bentuk ibadah formal (mahdhah) dalam jumlah-jumlah tertentu. 
Bahkan dzikir mengalami penurunan fungsi ketika ia hanya dilakukan dalam rangka memenuhi berbagai hajat dan kepentingan, 
seperti meminta jodoh, menginginkan kenaikan jabatan, lepas dari hutang, dan lainnya.

Sesungguhnya makna dzikir melebihi itu semua. Dzikir adalah sebuah metode berpikir, sebuah laku-laku agung yang 
tidak terbatasi tembok-tembok spiritualitas yang menjadikan pelaku dzikir menjauhi realitasnya, mengingkari peran sosialnya.

Maka dzikir bukan sekedar sebuah ritual melankolik yang membasahi sajadah dengan linangan air mata, atau 
satu ritual pembersihan personal. Buah dzikir itu harus maujud dalam sikap-sikap positif. Dzikir harus berdampak 
pada masyarakat dimana pelaku dzikir tinggal.

Dzikir harus melahirkan mentalitas yang positif, cara berpikir yang ajeg, sikap-sikap yang lurus, dan tanggung 
jawab sosial yang tinggi.Tidak ada faedahnya sebuah ketinggian ruhani, jika keshalehan dimonopoli secara personal. 
Bukankah seorang bijak telah berkata, "Kita tidak dapat melihat angin, tetapi dapat mengetahuinya dari daun yang bergerak." 
Ketinggian ruhani harus membawa pengaruh positif yang nyata kepada masyarakat, dan untuk itulah perintah dzikir diturunkan.

 



You May Also Like
 

Review
 
No review yet. Be the first to review this book!

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha