In the Eye of the Storm
0 Colour Pages & 117 B/W Pages
Kategori: Novel
Harga: Rp 35000

Membaca di bagian pertama saja sudah membuat saya tertohok. Bagaimana tidak? Saya seperti membaca cermin. Cerita-cerita itu bayangan yang dipantulkan balik. Saya serasa melihat saya sendiri, kejatuhan saya, sakitnya saya menghadapi hidup yang terasa gak adil.

Cerita mas Ega mengalir, beberapa bagian malah satir dan komikal. Membuat cerita yang tadinya saya kira akan membosankan sepertihappily ever after-nya sinetron-sinetron di Indonesia harus terkejut dengan twist yang pas pada saatnya. Saya tidak sadar kalau saya sudah sampai di bagian ending tiap bab saja setiap kali membacanya. Saya juga selalu dibuat menunggu untuk bab-bab selanjutnya. Dan mas Ega mampu membuat saya ikut merasa kesal, merasa marah, merasa sedih, ketawa getir, dan ikut bingung dengan apa yang harus dilakukan si tokoh dalam menghadapi hidupnya.

Sedikit banyak, cerita mas Ega kebetulan memang mirip dengan apa yang sedang saya alami. Atau, memang dialami kebanyakan orang meski tanpa disadarinya? Membaca buku ini juga seperti menyimak keluh kesah sahabat yang pada kasus ini hanya ingin didengarkan saja. Menarik! 

TRIUMPH ONE! 

~ Ginanjar Teguh Iman (@ginteguh); Born has Labiopalatoschisis. Writer, film-maker.

 



You May Also Like
 

Review
 
Buku ini jujur menyentuh dan inspiratif. Kami sama sama sekolah di SMA yg sama dan tempat tinggal kami di wilayah tambaksari di perkampungan di daerah surabaya, membaca buku ini seperti napak tilas kehidupan keluarga kami sewaktu di awal kami menikah. Membaca buku ini seperti merasa “This is the life we live in” Tetap semangat ega, terus berkarya, sukses selalu! ~ Fany Aditama
Satu kata yang bisa saya ucapkan begitu baca In the Eye of the Storm part 1-10 itu, Speechless. Mulai part 5 dan seterusnya, hampir selalu menitikkan air mata saat membacanya. Salut sama mas Ega dan istri yang bisa bertahan di kondisi terburuk, tapi tidak putus asa dan terus berusaha berjuang meraih lagi mimpinya. paling salut sama istrinya mas Ega, yang tetap bertahan mendukung mas Ega di kondisi terburuk sekalipun. :’) Tuhan memang tidak pernah tidur ya mas. Tuhan selalu punya cara terbaik dalam menguji umatnya, sebelum menaikkan derajat u-matnya tersebut. Dan Tuhan memang penulis skenario terbaik yang pernah ada. Terimakasih mas Ega sudah sharing tentang kehidupan pribadinya, yang bisa dijadikan sebagai motivasi hidup bagi setiap yang membacanya. Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan. (QS Al-Insyiraah ayat 5-6). ~ Nurul Aria; Fisioterapis, Blogger.
Kisah yang mengharukan, terlebih karena mas Ega mampu meramunya dengan baik dan begitu mengalir. Semua akan indah pada waktunya, kalimat yang ternyata memang benar adanya. Setelah mengalami banyak badai kehidupan, saya salut pada mas Ega dan istri yang tetap kuat menghadapi semuanya. Kisah perjuangan hidup yang sangat manis dan semoga mampu menjadi motivasi untuk banyak orang. :) ~ Petronela Putri; Writer, blogger
Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Demikian kesaksian hidup bro Ega ini, seperti naskah suatu sinetron. Kelebihannya adalah ini drama kehidupan nyata yang dituturkan oleh pelakon utamanya. Akhirnya pesan moral-imani terasa kuat, menghangatkan iman lebih dari khotbah expositori pendeta kawakan. ~ Yonas Suryono M. Th
“Mengharukan, romantis, seru, sebuah kisah hidup yg layak difilmkan, penuh warna & sangat menginspirasi!! Thank you for sharing me your story, Ga!! Jesus bless u :) “ ~ Yessika; Ibu rumah tangga

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha