“Presiden RI 2014” Sri Sultan Hb X!?
8 Colour Pages & 100 B/W Pages
Kategori: Politik
Harga: Rp 50000

Era baru metandai jagat perpolitikan kita, dengan lahirnya UU No. 13/ 2012 tentang Keistimewaan DIY. Namun, diangkatnya Sri Sultan HB X itu tanpa gejolak dari ‘elite politik’ maupun sepi demo-demo para pengikutnya diduga, bisa jadi, untuk mem-bungkam Sri Sultan menuju kursi satu RI 2014?! *** Diangkatnya Sri Sultan Hamengku Buwono (SSHB X) tanpa ada gejolak dari para ‘elite politik’ atau sepi protes maupun demo-demo menunjukkan era baru dalam jagat perpolitikan kita, khususnya di masa reformasi sekarang. Ini membukakan mata kita bahwa kekuasaan (baca: tahta) sejati --sebagaimana sejarah lahirnya kekuasan pada zaman kerajaan, adalah milik raja-raja? Bagaimana kaum imperalis masuk ke Persada Nusantara pun harus menaklukan para rajanya terlebih dahulu?! Mana elite politik atau kader-kader partai yang ’keras’, tak ada gaungnya? Artinya, secara tidak langsung sebenarnya mereka ‘setuju’ seandainya pilpres dilaksanakan tanpa pemilihan tetapi dengan pengangkatan seorang menjadi presiden, disertai dengan catatan dari hati nurani mereka, bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini kondisi memprihatinkan. Namun karena mereka dari sana sini sudah mendapat ‘bisikan mesra’, dan demi kepentingan kelompoknya atau golongan, apapun pilpres mesti dilaksanakan?! Dengan diamnya mereka, bahkan malah mungkin mengunci rapat-rapat mulutnya, semoga tidak untuk membungkam Sri Sultan HB X menuju kursi satu RI. Saat ini SS HB X merupakan calon terkuat presiden yang bisa jadi membahayakan bagi lawan-lawan politiknya, selain ‘bersih’ juga dipercaya lebih berani lagi memberantas KKN, dan satu-satunya dari 7 balon capres PG yang dipilih oleh 16 propinsi, bukan mencalonkan diri yang disinyalir mereka pada ketakutan kalau tampil lagi dalam kancah politik, sehingga dimungkin untuk mengganjal Sri Sultan, maka ‘setuju’ UU No. 13/ 2012 menjadi Gub DIY?! Kondisi kehidupan bebangsa dan bernegara nampaknya kian coreng moreng, bahkan kita sedang menuju pada kehancuran? Sejak Roformasi politik tidak malah membaik, bahkan cenderung negara ‘kolep’ dalam segala hal. Maka perlu kiranya diadakan revolusi, terutama di bidang hukum? Demi keadilan yang sejahtera, mari kita perlu toleransi atau tanpa bermaksud mengabaikan semua ketentuan Pilpres, dan para politikus yang ditengarai lebih mementingkan kelompoknya, dengan satu tujuan: menerima Sri Sultan HB X menjadi Presiden RI 2014, serta mengalihkan biaya pilpres yang teramat besar itu untuk mensejahterakan rakyat. Disertai keastian, dari sini memulai babak baru menuju rakyat adil dan sejahtera, juga terciptanya produk-produk hukum yang lebih baik. Ayo!! DPR RI di singgasana sana: dukung Presiden RI 2014 SS HBX! Selain mungkin bisa untuk menumbuhkan kembali kepercayaan rakyat yang telah hilang. Ini dalam kondisi darurat: REPUBLIK GALAU Presiden Bimbang, Negara Terancam Gagal (Bambang Soesatyo), karena di tangan-tanganmulah ‘bola’ segera ditendang, dan untuk dimainkan’! Sehingga keputusan para Dewan Yang Terhormat pun tak perlu menimbang yang lain?!! ***



You May Also Like
 

Review
 
No review yet. Be the first to review this book!

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha