Harta Karun Bung Karno
0 Colour Pages & 222 B/W Pages
Kategori: Sejarah
Harga: Rp 50000


You May Also Like
 

Review
 
Bung Karno tidak hanya mewariskan Republik tercinta yang kita tinggali ini, tetapi juga mewariskan seluruh perjalanan hidupnya sebagai pelajaran yang abadi bagi seluruh anak bangsa. Ia bukan hanya sekedar sebagai salah satu bapak proklamator Indonesia, melainkan juga salah seorang jenius – bersama bapak bangsa lainnya - yang mengkonsep kemerdekaan bangsa ini menjadi sebuah gerakan nyata bertahun-tahun sebelumnya. Ia tidak hanya seorang peletak dasar negara Indonesia, Pancasila, tetapi juga penganut sejati ideologi Pancasila itu sendiri. Meskipun kemerdekaan itu adalah hasil kerja kolektif segenap anak bangsa, tetapi tidak ada yang mampu menyangkal peran sentral Bung Karno di dalamnya. Bahkan musuh pun mengakui kelihaian Bung Karno dalam memainkan irama perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia pada waktu itu. Berbagai gelar dan tuduhan disandangnya sekaligus. Ia adalah bapak Marhaen (wong cilik) Indonesia, tetapi Ia jugalah yang mengerahkan ribuan pemuda Indonesia untuk menderita dalam kerja paksa (romusha). Langkah itu diambilnya sebagai upaya untuk mencegah pertumpahan darah yang lebih besar dari kekejaman tentara Jepang. Bung Karno adalah seorang yang sangat vokal dan kritis kepada Belanda, tetapi pada saat yang sama ia juga dituduh sebagai seorang kolaborator Dai Nippon (Jepang). Hal ini juga diakui sebagai langkah politik “bersayap”nya. Ia adalah seorang Nasionalis tetapi pada saat yang sama ia difatwa “kafir” oleh sebagian umat Islam atas ide-ide reformasi pemahaman Islamnya. Ia dipuji sekaligus ditakuti musuh-musuhnya, disegani sekaligus dicaci kawan-kawannya. Ia adalah pencinta seni dan pengagum wanita, meski pada saat yang sama ia telah menghancurkan hati wanita-wanita yang mencintainya. “Aku dipuja bagai dewa, dan dikutuk seperti bandit”, demikian Bung Karno menggambarkan diri dan kehidupannya. Terlepas dari berbagai kontroversi kepribadiannya, termasuk perjalanan cintanya yang berliku dan penuh misteri, Bung Karno tetaplah salah satu manusia paling penting dalam sejarah Bangsa Indonesia. Karakter Bung Karno yang begitu karismatik dan berpengaruh merupakan sebuah hasil tempaan jaman yang begitu rupa. Kemelaratan akut, penjara, pengasingan, pembuangan, teror, kesepian, dan penyakit yang datang silih berganti dalam kehidupannya, tidak lantas melunturkan karakter dan sikap kenegarawanannya. Cintanya pada tanah air, melebihi cintanya pada diri sendiri. Manusia seperti inilah yang kemudian meninggalkan warisan berupa “harta” yang sangat berharga bagi kita, generasi penerus bangsa. Berupa apakah harta peninggalan Bung Karno itu? Apakah ia berupa uang, emas, permata dan benda-benda pusaka lainnya? Seperti kita tahu, sering terdengar di media maupun dari mulut ke mulut, banyak orang-orang dan kelompok tertentu yang mengaku mendapat warisan harta karun peninggalan Bung Karno. Bahkan tidak sedikit yang mampu menunjukkan secara langsung temuan harta terpendam yang konon diperoleh secara ghaib dan dikait-kaitkan sebagai peninggalan Bung Karno. Pengakuan-pengakuan semacam itu selain membuat heboh, juga seringkali meresahkan masyarakat dan tidak sedikit yang kemudian menjadi korban. Banyak yang tidak percaya dengan segala macam bualan yang berbau mistik dan klenik seperti itu, tetapi juga tidak sedikit yang terus saja melakukan upaya perburuan, perekrutan anggota, hingga penipuan-penipuan sensasional dengan mentasnamakan bapak Bangsa yang kita cintai bersama, Bung Karno. Buku kecil ini terus terang bukanlah petunjuk tentang ada tidaknya harta karun diatas. Tetapi buku ini hadir untuk memberikan gambaran nyata bahwasanya diluar sana memang banyak orang yang percaya, yakin dan terus “berjuang” – atau terpanggil – untuk menelusuri dan menemukan aset-aset dan harta karun yang konon adalah peninggalan Bung Karno untuk bangsa Indonesia. Masalah kebenaran fakta-fakta yang disajikan di dalam buku ini, penulis telah berusaha sedapat mungkin mengambil dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun demikian, kesimpulan dan penilaian tetap diserahkan kepada pembaca. Buku ini terdiri dari tiga bagian pokok. Bagian pertama berisi tentang kisah-kisah perburuan “harta karun” Bung Karno dengan berbagai kesaksian yang penulis dapatkan. Bagian kedua adalah tentang harta karun sejati dari Bung Karno, yaitu warisan karakter, gagasan dan semangat Putra sang Fajar itu sendiri. Tiga hal itu juga disebut sebagai “harta karun”. Sebab, selama ini ia hampir terkubur dalam-dalam dan nyaris hilang ditelan gelombang perubahan jaman. Semangat Bung Karno adalah semangat humanisme, cinta tanah air, dan anti penjajahan. Gagasan Bung Karno adalah gagasan Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, Marhaenisme, Anti Kapitalisme dan Persatuan Nasional. Karakter Bung Karno adalah mencintai seni dan budaya bangsa sendiri, berdikari, dan pantang didikte. Hampir sebagian besar isi dalam bab ini bersumber dari tulisan-tulisan Bung Karno di masa muda maupun tuanya. Penulis berupaya menyederhanakan dan menyarikan konsep pemikiran tersebut dalam bentuk kutipan-kutipan (quotes) dengan maksud agar lebih mudah diingat dan dipahami. Sedangkan bagian ketiga merupakan panduan berwisata ke kota Blitar, tempat dimana Bung Karno diistirahatkan untuk terakhir kalinya. Terakhir, buku ini bukanlah dimaksudkan sebagai upaya memperkuat “pengkultusan” pada sosok Bung Karno yang memang sudah mengakar pada beberapa kelompok masyarakat, melainkan sebagai upaya untuk berdialog kembali, merefleksi dan merenungi makna kekinian dari gagasan Bung Karno dimasa lalu sebagai harta karun yang sangat berharga. Bung Karno juga manusia. Selalu ada koreksi untuk hasil pemikiran manusia. Saya sangat percaya, sebagaimana Bung Karno juga percaya, bahwa sejarah itulah yang akan membersihkan kebenaran dari kotoran-kotoran kesalahan dan kejahatan.

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha