Semua Bergerak untuk Sastra Indonesia
0 Colour Pages & 143 B/W Pages
Kategori: Kumpulan Cerpen
Harga: Rp 35000

Karya terbaik bukan lagi ditentukan oleh sastrawan senior, komunitas, atau pun dewan redaksi. Karya terbaik ditentukan oleh khalayak. Khalayak seperti saya banyak mengandalkan rasa dibanding makna atau tujuan sesungguhnya dari puisi tersebut. Kata-kata yang lebih lugas, tidak terlalu banyak diksi, menjadi lebih menyatu dengan hati khalayak.

Lusiana Trisnasari

 

Kemerdekaan berpikir tentu akan semakin berkurang. Aspirasi kita hanya bisa sampai tingkah mulut ke mulut. Belum pula ditambah bumbu-bumbu dalam prosesnya. Namun dengan sastra, ia diungkap dengan luas dan lugas. Ia selalu mengungkapkan kejujuran yang ada, yang sebenarnya harus diceritakan tanpa harus dibelokkan.

Aveline Agrippina Tando

 

Seharusnya kita lebih bangga kepada bangsa kita, bahasa yang kita punya dan kebudayaan bangsa ini. Banyak bangsa lain yang iri karena kita memiliki budaya atau ciri khas yang beraneka ragam. Maka dari itu kita harus kembangkan dan jaga dengan baik.

Yohana Clara

 

 

Tujuh esai, sepuluh cerpen, dan empat puluh dua puisi dari berbagai kalangan sebagai persembahan terhadap Sastra Indonesia yang mulai pudar keberadaannya. Ini sebagai wujud kepedulian bagi mereka yang tergerak hatinya untuk menjaga, mempertahankan, dan melestarikan Sastra Indonesia sebagai warisan yang abadi dan tak lekang dimakan waktu dengan cara menulis untuk sastra. Ini menjadi kesadaran kalau sastra bukan sekadar bacaan, tetapi bisa mengubah kehidupan banyak orang di hari kemarin, hari ini, dan hari esok.

 

Seluruh royalti penulis dipersembahkan untuk Pusat Dokumentasi Sastra H. B. Jassin sebagai kepedulian terhadap Sastra Indonesia.



You May Also Like
 

Review
 
No review yet. Be the first to review this book!

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha