Kumpulan Puisi Anak Bangsa
0 Colour Pages & 102 B/W Pages
Kategori: Anak
Harga: Rp 35000

Suatu keinginan yang lama terpendam untuk bisa membuat buku yang bermanfaat bagi anak-anak Indonesia, yang mendorong penulis memberanikan diri untuk mencetak secara ‘indie’, penulis mengumpulkan serakan-serakan puisi yang sudah dibuat dari penulis sejak  Sekolah Dasar dan masih berlanjut hingga sekarang.

Apa yang terlewati, apa yang disaksikan dan apa yang dipandang, apakah itu kisah sedih ataukah bahagia, kekaguman  dan kebanggaan akan tokoh dan barang adalah segala hal yang hadir dalam hidup yang bisa terangkaian indah dalam  kata yang biasa kita sebut puisi. Dari wikipedia (bahasa Indonrsia (ensiklopedia bebas) bahwa puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas.

Buku kumpulan puisi didominasi atas kumpulan puisi kecintaan kita akan tokoh bunda sebagai orang yang sangat berjasa pada kelahiran dan pertumbuhan kita, para guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan anak bangsa, para pahlawan, rasa nasionalisme akan bangsa yang memiliki keanekaragaman dalam agama, budaya juga kecintaan kita terhadap ayah, nenek, kakek, adik juga sahabat telah terangkai dalam bait-bait yang bisa menciptakan pola pikir positif bagi perkembangan anak-anak kita.

Penulis sadar betul, banyak kekurangan yang ada dalam penulisan ‘Kumpulan Puisi Untuk Anak Bangsa’. Harapan penulis bisa memberi kontribusi pemikiran anak bangsa yang baik bagi pertumbuhan ahlaq mereka. Dimana semua yang tertuang dalam puisi-puisi ini adalah kekayaan yang telah Allah limpahkan pada setiap insan. Semoga setitik memberi kesejukan diantara penatnya perkembangan zaman.

Akhirnya penulis persembahkan karya kecil ini untuk suami tercinta Makmun,SE.MM juga buat dua putriku Filza Azkiya dan Fayre Azkiya, kalian adalah sumber segala sumber insipari Ibu. Berdua telah memberi warna yang mempesona di kehidupan ibu dan ayah.

Dan pastinya mama papa-ku, para guru, sahabat dan orang-orang dekat yang tidak bisa disebut satu persatu yang telah membentuk aku menjadi pribadi sekarang.

Tiada yang paling bijaksana selain Allah SWT yang telah menuntun penulis dalam proses pengumpulan dan pembuatan serakan-serakan kata yang kini terkumpul dalam sebuah buku. Akhirnya penulis ucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang berminat akan buku ini dan bersabar menunggu penulis mengeprint halaman demi halaman. Kesabaran pembaca menjadi suatu ibadah tersendiri yang akan dicatat, semoga Allah yang membalas berlipat-lipat.

 

BEJ, September 2011

Noorhani Dyani Laksmi



You May Also Like
 

Review
 
.....bwt si tuan yg duduk di kursi goyang............. msh ingt kah anda apa yg anda janji kan di waktu beerkampanye dulu ?????? masih ingat kah anda sumpah yg anda ucapkan sebelum anda menjabat??????????????????? kemana semua janji janji tuan yg dulu?????????? apa kah anda tak melihat apa anda berpura tak melihat???????? apa anda tak mendengar jeritan bangsa ne ato anda pura pura tuli?????????? kata kata anda dahulu bagai malaikat buat rakyat ne ,menjanjikan kemakmuran yg sangat menakjubkan rakyat ne, tapi semua iti fiktib belaka,bisa kah anda melihat generasi bangsa ne yg semakin rusak karna tak mampu membeli pendidikan liat lah makin byk yg kelaparan di negri kita ne krn tak mampu menjangkau harga yg di target kan,liat lah di tengah malam makin banyak yg jual diri demi untuk bertahan hidup..... liat genarasi bangsa kita yg hanya bisa bernyanyi di pingir jalan demi untuk uang receh karna janji anda hanya wacana belaka tu terjadi.... semua itu karna anda tuan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! kemiskinan adalah kejahatan negara ne tuan!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
5Zz4Hq snmhlnjhhqaq
Which came first, the problem or the slutooin? Luckily it doesn't matter.

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha