Dian menikmati hari-harinya yang ceria bersama sahabatnya Nenik. Hidupnya yang menyenangkan, ia habiskan dengan membaca buku, buku, dan buku, tentu saja bersama sahabatnya Nenik.
Tapi, itu semua berubah sejak ia mengenal sosok Ananda, adik yang ia kasihi, yang akhirnya juga ia benci.
Ananda membuat hari-harinya terkadan berbunga-bunga, tetapi saat yang lain menjadi gelap gulita dan menyeramkan.
Ia jatuh pada rasa yang salah. Ia jatuh pada tempat yang tidak seharusnya ada buat dirinya.
Ia tahu itu salah, ia tahu rasa itu salah. Ingin dia menanam rasa itu dalam-dalam, menguburnya hingga tak ada satu pun yang akan menemukan dirinya.
Ternyata ia salah, ia salah besar. Semakin ia berupaya, sosok seorang Ananda semakin lekat di hatinya.
Warna yang lain juga menghampiri, dari sahabatnya yang sedang patah hati. Patah karena panah cinta yang ia lemparkan ditolak hingga berbalik menyerang…
Buku ini telah dilihat sebanyak 909 kali