2G/3G RF Planning and Optimization for Consultant
0 Colour Pages & 534 B/W Pages
Kategori: Sains & Teknologi
Harga: Rp 120000

Tidak bisa dipungkiri perkembangan teknologi mobile telecommunication sudah berkembang pesat mulai dari teknologi wireless generasi pertama AMPS (1G), GSM (2G), GPRS (2G), UMTS (3G), HSDPA (3,5), sampai teknologi wireless broadband masa depan WiMAX/LTE (4G).

Jangkauan operator seluler sudah hampir mencakup seluruh wilayah di Indonesia. Bahkan jaringan GSM secara global sudah mencakup hampir seluruh wilayah di dunia bahkan negara-negara di Benua Afrika sekalipun. Setiap jaringan telekomunikasi yang rumit membutuhkan konsultan-konsultan ahli untuk memaksimalkan layanannya ke konsumen. Buku ini diharapkan menjadi pedoman bagi mereka yang berkeinginan untuk ahli di bidang RF Planning and Optimization. Seseorang yang bertanggung jawab optimalisasi di sisi Radio Network.

Seorang konsultan global yang berpengalaman  bisa mencapai kontrak gaji sampai $6000 US  per bulan. Dan tidak sedikit engineer Indonesia sudah mencapai tahapan ini. Bekerja secara global berkeliling ke beberapa negara sebagai seorang konsultan ahli. Anda mempelajari buku ini berarti anda siap menjadi RF Planningand Optimization Consultant.

Bagi seorang RF konsultan pengetahuan teknologi jaringan menyeluruh harus diketahui. Beberapa informasi mengenai teknik antena, site survey, site investigation, persiapan drivetest, analisa hasil drivetest, beberapa parameter jaringan yang berpengaruh pada optimalisasi jaringan dibahas secara detail dalam buku ini.

 



You May Also Like
 

Review
 
PAJAMAS CARDINAL (introducing part) "kau sayang padaku?" Aku sentuh kedua pipinya, ku tatap matanya yang kecil namun indah bak matahari senja. "Tentu saja, kak!" Jawabnya dengan suara yang masih saja menggemaskan. Bibirnya yang mungil dengan pipi yang sedikit cubby membuatnya benar-benar terlihat seperti boneka. "Kau mau dengarkan apapun kata-kata ku, kan?" Dia mengangguk dengan pasti, wajahnya terlihat serius menanti perkataanku selanjutnya. Dia persis seperti orang dewasa. "Ikutlah dengan paman yang ingin mengadopsimu," ucapku dengan perlahan "Aku tidak mau!" Wajahnya berubah muram "Katamu kau sayang padaku?" Aku cubit pipi kanannya, lalu seketika itu pula pipinya menjadi merah. "Tapi kak, aku hanya ingin denganmu!" Dia hendak merengek sepertinya, matanya bahkan mulai berair. "Kau harus ikut dengannya, dia bisa membelikanmu boneka barbie sebanyak yang kau mau!" "Aku memang menginginkan boneka barbie, tapi tidak dengan meninggalkanmu!" Dia memelukku erat sekali, aku menangis dalam peluknya itu. Namun tanpa suara. 1 menit kemudian aku lepas pelukannya, ku hapus perlahan air mataku tanpa sepengetahuannya. "Dengarkan aku, kau bukan akan meninggalkanku melainkan hanya berpisah tempat tinggal denganku, lelaki itu memang akan menjadi ayahmu namun kau masih tetap adikku.. sampai kapanpun!" "Tapi Kak.." "Lagipula kita masih akan sering bertemu, kau tidak usah khawatir!" "Sungguh kak?" Dia nampak tak yakin dengan ucapanku, matanya bahkan terbuka lebar saat aku mengucapkannya. "Sungguh!!" Aku meyakinkannya dengan senyum dibibirku. "Janji?" Dia mengulurkan jari kelingkingnya "Janji!" aku menyambutnya dan dia tersenyum manis sekali. Kami sudah membuat kesepakatan. *** "Sebenarnya dia itu aneh.." "Aneh bagaimana paman?" "Dia selalu mengirimkan surat untuk adiknya!" "Apa yang aneh dengan itu? Bukankah itu tidak aneh sama sekali?" "Masalahnya, tidak ada siapapun dirumah yang dia kirimi surat itu!" "Maksud paman?" "rumah itu kosong, tidak ada seorang pun yang menempati rumah itu!" "Bagaimana paman tau?" "Tentu saja, karena aku yang selalu mengirimkan surat-suratnya" *** 'Jagalah adikmu, bahagiakan dia semampu yang bisa kau lakukan, jangan biarkan dia terluka, dia adalah dirimu begitupun juga dirimu adalah dirinya. kalian adalah satu, tidak ada yang bisa memisahkan kalian.  kau harus janji pada ibu, kau tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi!' Tiba aku teringat mendiang ibuku, dulu aku pernah berjanji padanya. "Maafkan aku, Bu.. aku mengingkari janjiku" Ucapku dalam tangis ... *** Adik kecil, kau tau apa itu 'Pajamas Cardinal'? Dia itu sejenis ikan kecil dilaut, Tubuhnya dipenuhi bintik-bintik kecil dengan warna yang mencolok persis sebuah piyama. Mungkin karena itulah namanya Pajamas, sedikit aneh.. tapi dia benar-benar cantik! Dia memiliki sifat yang tenang dan bersahabat, banyak manusia yang menyukainya.. karena itu aku amat menyukainya, kau juga harus mencobanya adik kecil, cobalah memelihara dan menyukainya seperti aku... Dia amat menyenangkan, percayalah! tetaplah hidup bahagia sampai nanti, sampai Tuhan mempertemukan aku denganmu. ***
PAJAMAS CARDINAL (introducing part) "kau sayang padaku?" Aku sentuh kedua pipinya, ku tatap matanya yang kecil namun indah bak matahari senja. "Tentu saja, kak!" Jawabnya dengan suara yang masih saja menggemaskan. Bibirnya yang mungil dengan pipi yang sedikit cubby membuatnya benar-benar terlihat seperti boneka. "Kau mau dengarkan apapun kata-kata ku, kan?" Dia mengangguk dengan pasti, wajahnya terlihat serius menanti perkataanku selanjutnya. Dia persis seperti orang dewasa. "Ikutlah dengan paman yang ingin mengadopsimu," ucapku dengan perlahan "Aku tidak mau!" Wajahnya berubah muram "Katamu kau sayang padaku?" Aku cubit pipi kanannya, lalu seketika itu pula pipinya menjadi merah. "Tapi kak, aku hanya ingin denganmu!" Dia hendak merengek sepertinya, matanya bahkan mulai berair. "Kau harus ikut dengannya, dia bisa membelikanmu boneka barbie sebanyak yang kau mau!" "Aku memang menginginkan boneka barbie, tapi tidak dengan meninggalkanmu!" Dia memelukku erat sekali, aku menangis dalam peluknya itu. Namun tanpa suara. 1 menit kemudian aku lepas pelukannya, ku hapus perlahan air mataku tanpa sepengetahuannya. "Dengarkan aku, kau bukan akan meninggalkanku melainkan hanya berpisah tempat tinggal denganku, lelaki itu memang akan menjadi ayahmu namun kau masih tetap adikku.. sampai kapanpun!" "Tapi Kak.." "Lagipula kita masih akan sering bertemu, kau tidak usah khawatir!" "Sungguh kak?" Dia nampak tak yakin dengan ucapanku, matanya bahkan terbuka lebar saat aku mengucapkannya. "Sungguh!!" Aku meyakinkannya dengan senyum dibibirku. "Janji?" Dia mengulurkan jari kelingkingnya "Janji!" aku menyambutnya dan dia tersenyum manis sekali. Kami sudah membuat kesepakatan. *** "Sebenarnya dia itu aneh.." "Aneh bagaimana paman?" "Dia selalu mengirimkan surat untuk adiknya!" "Apa yang aneh dengan itu? Bukankah itu tidak aneh sama sekali?" "Masalahnya, tidak ada siapapun dirumah yang dia kirimi surat itu!" "Maksud paman?" "rumah itu kosong, tidak ada seorang pun yang menempati rumah itu!" "Bagaimana paman tau?" "Tentu saja, karena aku yang selalu mengirimkan surat-suratnya" *** 'Jagalah adikmu, bahagiakan dia semampu yang bisa kau lakukan, jangan biarkan dia terluka, dia adalah dirimu begitupun juga dirimu adalah dirinya. kalian adalah satu, tidak ada yang bisa memisahkan kalian.  kau harus janji pada ibu, kau tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi!' Tiba aku teringat mendiang ibuku, dulu aku pernah berjanji padanya. "Maafkan aku, Bu.. aku mengingkari janjiku" Ucapku dalam tangis ... *** Adik kecil, kau tau apa itu 'Pajamas Cardinal'? Dia itu sejenis ikan kecil dilaut, Tubuhnya dipenuhi bintik-bintik kecil dengan warna yang mencolok persis sebuah piyama. Mungkin karena itulah namanya Pajamas, sedikit aneh.. tapi dia benar-benar cantik! Dia memiliki sifat yang tenang dan bersahabat, banyak manusia yang menyukainya.. karena itu aku amat menyukainya, kau juga harus mencobanya adik kecil, cobalah memelihara dan menyukainya seperti aku... Dia amat menyenangkan, percayalah! tetaplah hidup bahagia sampai nanti, sampai Tuhan mempertemukan aku denganmu. ***
PAJAMAS CARDINAL (introducing part) "kau sayang padaku?" Aku sentuh kedua pipinya, ku tatap matanya yang kecil namun indah bak matahari senja. "Tentu saja, kak!" Jawabnya dengan suara yang masih saja menggemaskan. Bibirnya yang mungil dengan pipi yang sedikit cubby membuatnya benar-benar terlihat seperti boneka. "Kau mau dengarkan apapun kata-kata ku, kan?" Dia mengangguk dengan pasti, wajahnya terlihat serius menanti perkataanku selanjutnya. Dia persis seperti orang dewasa. "Ikutlah dengan paman yang ingin mengadopsimu," ucapku dengan perlahan "Aku tidak mau!" Wajahnya berubah muram "Katamu kau sayang padaku?" Aku cubit pipi kanannya, lalu seketika itu pula pipinya menjadi merah. "Tapi kak, aku hanya ingin denganmu!" Dia hendak merengek sepertinya, matanya bahkan mulai berair. "Kau harus ikut dengannya, dia bisa membelikanmu boneka barbie sebanyak yang kau mau!" "Aku memang menginginkan boneka barbie, tapi tidak dengan meninggalkanmu!" Dia memelukku erat sekali, aku menangis dalam peluknya itu. Namun tanpa suara. 1 menit kemudian aku lepas pelukannya, ku hapus perlahan air mataku tanpa sepengetahuannya. "Dengarkan aku, kau bukan akan meninggalkanku melainkan hanya berpisah tempat tinggal denganku, lelaki itu memang akan menjadi ayahmu namun kau masih tetap adikku.. sampai kapanpun!" "Tapi Kak.." "Lagipula kita masih akan sering bertemu, kau tidak usah khawatir!" "Sungguh kak?" Dia nampak tak yakin dengan ucapanku, matanya bahkan terbuka lebar saat aku mengucapkannya. "Sungguh!!" Aku meyakinkannya dengan senyum dibibirku. "Janji?" Dia mengulurkan jari kelingkingnya "Janji!" aku menyambutnya dan dia tersenyum manis sekali. Kami sudah membuat kesepakatan. *** "Sebenarnya dia itu aneh.." "Aneh bagaimana paman?" "Dia selalu mengirimkan surat untuk adiknya!" "Apa yang aneh dengan itu? Bukankah itu tidak aneh sama sekali?" "Masalahnya, tidak ada siapapun dirumah yang dia kirimi surat itu!" "Maksud paman?" "rumah itu kosong, tidak ada seorang pun yang menempati rumah itu!" "Bagaimana paman tau?" "Tentu saja, karena aku yang selalu mengirimkan surat-suratnya" *** 'Jagalah adikmu, bahagiakan dia semampu yang bisa kau lakukan, jangan biarkan dia terluka, dia adalah dirimu begitupun juga dirimu adalah dirinya. kalian adalah satu, tidak ada yang bisa memisahkan kalian.  kau harus janji pada ibu, kau tidak akan meninggalkannya apapun yang terjadi!' Tiba aku teringat mendiang ibuku, dulu aku pernah berjanji padanya. "Maafkan aku, Bu.. aku mengingkari janjiku" Ucapku dalam tangis ... *** Adik kecil, kau tau apa itu 'Pajamas Cardinal'? Dia itu sejenis ikan kecil dilaut, Tubuhnya dipenuhi bintik-bintik kecil dengan warna yang mencolok persis sebuah piyama. Mungkin karena itulah namanya Pajamas, sedikit aneh.. tapi dia benar-benar cantik! Dia memiliki sifat yang tenang dan bersahabat, banyak manusia yang menyukainya.. karena itu aku amat menyukainya, kau juga harus mencobanya adik kecil, cobalah memelihara dan menyukainya seperti aku... Dia amat menyenangkan, percayalah! tetaplah hidup bahagia sampai nanti, sampai Tuhan mempertemukan aku denganmu. ***
ini gak ada review seperti apa yah isi bukunya...

Write A Review
 
Name
 
Email
 
Review
Captcha